Selasa, 05 Mei 2009

Penyair Taufiq Ismail melakukan perjalanan ke Afrika Selatan, 19 April – 3 Mei 1993. Dua sajaknya berjudul Tanjung dan Sembilan Burung Camar Tuan Yusuf merupakan kesan-kesan puitiknya tentang bagian benua itu, yang sudah punya hubungan sejarah degnan Indonesia sejak 6 April 1652, ketika nakhoda Jan van Riebeeck mendaratkan kapal-kapal VOC di Teluk Meja, Tanjung Harapa...

Sabtu, 02 Mei 2009

Syekh Yusuf (1626-1699)

Posted by Asas CnC @rt On 04.17
Syekh Yusuf (1626-1699): Ulama, Sufi, Pengarang, Pahlawan Catatan ringkas Taufiq Ismail Yusuf dilahirkan pada tahun 1626 di lingkungan keluarga raja Gowa. Makassar, menuntut ilmu sejak umur 18 di Banten dan Aceh, kemudian mengembara mencari ilmu ke Yaman, Makkah, Madinah dan Damaskus. Setelah menjadi guru di Masjidil Haram (Makkah) dan dipanggil dengan gelar Syekh, pada usia matang 38 tahun pulang ke tanah air (1664), mengajar di Banten dan menjadi Mufti di istana Sultan Ageng Tirtayasa selama 18 tahun. Dia adalah guru sufi thariqat Khalwatiyah. Naqsyabandiyah,...

Syair Syekh Yusuf

Posted by Asas CnC @rt On 04.12
TANJUNG Taufiq Ismail kepada saudara-saudaraku di Cape hilang berabad, demikian lamanya Apa arti Afrika bagiku, begitu aku bertanya sendiri Suatu malam pada minggu ketiga syawal ini Langit jernih dan bulan sabit di atas Desa Pandan Apa makna Afrika kawasan selatan bagiku dalam perjalanan Aku bersimpuh sunyi di lantai masjid Kampung Panda...

Puisi Kedua

Posted by Asas CnC @rt On 04.10
Taufiq Ismail SEMBILAN BURUNG CAMAR TUAN YUSUF Sekarang bayangkanlah saya memegang terali kubur pertama Tuan Yusuf, dan memandang bekas tumpak bumi yang pernah menating jenazahny...

Daeng Kanduruan Ardiwinata

Posted by Asas CnC @rt On 04.05
Tokoh Sastrawan Sunda dan Sesepuh Paguyuban Pasundan Oleh: H. D. Mangemba “DAENG Kanduruan Ardiwinata merupakan seorang sastrawan Sunda yang banyak dibicarakan orang, baik yang bertalian dengan riwayat hidupnya hasil karyanya. Di antara para penulis yang pernah membicarakan adalah Ajib Rosidi dan Utuy Tatang Santani,” demikian kata pengantar Tini Kartini dalam bukunya yang berjudul “Daeng Kanduruan Ardiwinata Sastrawan Sunda” (1979). 1. Siapakah Daeng Kanduruan Ardiwi-nata itu? Dia dilahirkan pada tahun 1866 di Desa Kejaksaan Girang,...

Masuknya Etnis Bugis di Kalbar

Posted by Asas CnC @rt On 03.47
Bermula dari Perang Saudara Masuknya orang Bugis di Kalimantan Barat bermula dari kedatangan Daeng Mataku yang menikah dengan Ratu Malaya, salah seorang anak Pangeran Agung dari Kerajaan Sukadana. Daeng mataku ini pernah membantu menyerang Istana Sultan Zainuddin; pada tahun 1710 atas suruhan Pangeran Agung, saudara kandung Zainuddin. Karena jasanya itu, Daeng Mataku diangkat menjadi panglima. Keturunan Daeng Mataku kini tersebar di daerah Sukadana dan sekitarny...